Posted in

Ledakan Petasan di Kauman Ponorogo Tewaskan Satu Pelajar SMP, Getaran Terasa hingga 3 Kilometer

Editor

KOMPAS.com — Suasana haru menyelimuti Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Minggu (1/3/2026) sore. Sebuah ledakan hebat yang diduga berasal dari petasan mengguncang rumah milik warga bernama Minten, tepat menjelang waktu magrib.

Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang pelajar SMP meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua orang lainnya mengalami luka berat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pemilik rumah, Minten, tampak tak kuasa menahan kesedihan. Ia terus mendekap erat jenazah anaknya, Rifai Kurnia Putra (16) atau yang sebelumnya disebut Reva, yang menjadi korban tewas dalam ledakan tersebut.

“Saat saya sampai di lokasi tidak ada polisi, ibu terus memeluk anak tersebut. Iya, dari dulu begitu,” kata salah satu saksi mata, Siswanto, Minggu.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengonfirmasi bahwa terdapat tiga orang korban dalam peristiwa ini dengan rincian sebagai berikut:

Dampak ledakan ini dilaporkan sangat masif. Selain merusak rumah Minten hingga porak-poranda, getaran ledakan terasa hingga radius 3 kilometer.

“Jendela rumah saya saja sampai bergetar. Padahal rumah saya cukup jauh, sekitar 3 kilometer (dari TKP),” ungkap Dwiyono, warga Kecamatan Sukorejo yang turut merasakan dampak ledakan.

Untuk memastikan jenis bahan peledak yang digunakan, Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim diberangkatkan ke lokasi pada Senin (2/3/2026) pagi pukul 07.00 WIB. Petugas menyisir seluruh bagian rumah, mulai dari halaman hingga bagian dalam yang terkena dampak paling parah.

Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jatim, Kompol Dyan Vicky Sandi, mengonfirmasi kehadiran timnya di lokasi untuk melakukan investigasi mendalam.

Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menyatakan bahwa seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi saat ini tengah diidentifikasi oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Gegana.

“Semua barang bukti masih dalam identifikasi. Nanti hasilnya akan kita sampaikan setelah kita data semua dari puslabfor polda,” pungkas AKBP Andin.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak bermain atau meracik petasan karena risiko ledakan yang dapat mengancam nyawa serta merusak bangunan di sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *