
Kondisi Terkini 2 Korban Ledakan Petasan Maut di Ponorogo, Dirawat Insentif di RSUD dr Harjono
Dua korban ledakan petasan maut di Ponorogo, Jatim, dirawat intensif di RSUD dr Harjono. Satu korban di ICU dengan luka bakar 36 persen.
Penulis:
Ringkasan Berita:Dua korban berinisial A (36 persen luka bakar) dan H (16 perse luka bakar) dirawat intensif diKorban A berada di ICU dengan bantuan alat pernapasan karena luka serius di area leher dan wajah.Ledakan di rumah Minten tersebut juga mengakibatkan satu pelajar SMP meninggal dunia di tempat kejadian.
Korban pertama berinisial A atau Ahmad Fatoani yang sebelumnya sempat ditulis Toni. A merupakan warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo.
“Ledakan petasan kemarin ada 2 yang dirawat di RSUD dr harjono Ponorogo,” ungkap Humas RSUD dr Harjono Ponorogo, Sugiyanto, Senin (2/3/2026).
Kondisi Korban di Ruang ICU
“Kami lakukan operasi dibersihkan luka pasca ledakan itu, kemudian jam 22.00, selesai dirawat di ICU sekarang masih dirawat di ICU dengan bantuan alat pernafasan,” kata Sugiyanto.
Secara medis, A mengalami luka bakar sebesar 36 persen yang tersebar di area wajah, leher, tangan hingga kaki.
Sugiyanto menjelaskan, area leher menjadi perhatian serius, karena berisiko tinggi terhadap pembuluh darah besar dan pusat saraf pernafasan.
“Area leher ini kan sangat beresiko ada pembuluh darah besar ada pusat persyarafan pernafasan yang ini resiko sangat terganggu. Kami berikan perawatan yang intensif mudah-mudahan ada perbaikan,” urainya.
Berikut adalah fakta-fakta terkait peristiwa ledakan petasan tersebut:
Lokasi kejadian: Rumah Minten, Dusun Cuwet, RT 02 RW 02, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo.
Waktu kejadian: Minggu (1/3/2026) sore menjelang magrib.
Korban jiwa: Satu orang pelajar SMP dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Korban luka berat: Dua orang (A dan H) dirawat di RSUD dr Harjono.
Perawatan Korban Hindar Agusta
Berbeda dengan A, korban berinisial H atau Hindar Agusta mengalami kondisi yang lebih stabil. H tercatat mengalami luka bakar sekitar 16 persen.
Menurut Sugiyanto, kondisi H saat ini dalam keadaan sadar dan dapat menjalankan aktivitas motorik dengan baik. Perawatan yang diberikan fokus pada pembersihan luka secara rutin setiap hari.
“Mudah-mudahan ini cepat pulih. Hanya perawatan, dibersihkan tiap hari. Wajah, tangan sebelah kanan, sama area dada,” tambah Sugiyanto.
Sugiyanto menambahkan, kedua korban datang ke rumah sakit secara terpisah.
Saat pertama kali tiba, A sebenarnya dalam kondisi sadar, namun mengalami kegelisahan akibat banyaknya luka di berbagai bagian tubuh.
“Jadi pasiennya cemas,” tutupnya.
Ledakan maut ini sebelumnya mengguncang Dusun Cuwet pada Minggu (1/3/2026) sore. Peristiwa yang terjadi di rumah Minten mengakibatkan kerusakan dan memakan korban jiwa para pelajar.
