Posted in

Kapal Nelayan Karam di Indramayu, Dua ABK Tewas

Kapal Nelayan Karam di Indramayu, Dua ABK Tewas

Akibat peristiwa tersebut, dua anak buah kapal (ABK) dinyatakan meninggal dunia, sementara empat lainnya masih hilang, dan dua orang berhasil selamat.

AKP Asep Suryana, Kasat Polairud Polres Indramayu, menjelaskan bahwa KM Almujib membawa delapan ABK yang dinakhodai oleh Jupri Priyanto saat kejadian. Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Karangsong pada Sabtu pukul 13.00 WIB menuju perairan Pulau Biawak untuk mencari ikan.

“Setelah selesai menebar jaring, para awak kapal beristirahat dengan kondisi mesin kapal dalam keadaan mati. Sekitar pukul 22.00 WIB, salah satu awak kapal terbangun dan melihat kapal tongkang bernomor lambung 3009 itu berada sangat dekat dan langsung menabrak sisi kiri kapal,” kata Asep saat dikonfirmasi, Minggu (1/3/2026).

Benturan keras tersebut menyebabkan KM Almujib terseret kurang lebih 10 menit sehingga menyebabkan badan kapal bocor dan air masuk ke dalam lambung kapal. Tak lama setelah kejadian, kapal tenggelam.

Para nelayan yang menjadi korban berupaya menyelamatkan diri di tengah kondisi yang gelap dan mencekam, dengan berpegangan pada jeriken dan potongan gabus yang mengapung di sekitar mereka.

Carudin (48), warga Desa Brondong, menjadi salah satu korban yang selamat dengan memegang jerigen berbahan bakar solar bekas. Sementara Alfianto Agus Sulistiyo (20), warga Desa Paoman, selamat dengan menggunakan gabus. Keduanya ditemukan KM Sri Mulya pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 04.30 WIB, setelah semalaman terombang-ambing di laut.

Dua korban meninggal dunia adalah Jupri alias Kempot (35), nakhoda kapal yang merupakan warga Desa Pabean Udik, dan Wandi (39), warga Desa Karangsong. Keduanya sempat berpegangan pada tali tongkang sebelum akhirnya terlepas dan ditemukan dalam keadaan tewas. KM Cahaya Langgeng mengevakuasi jenazah ke Karangsong, lalu menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

Empat nelayan yang hingga kini masih dinyatakan hilang adalah Ari Wibowo (23), Asep Agustina (24) yang merupakan warga Desa Penganjang, Mas’ud (38) warga Kelurahan Paoman, dan Ono (50) warga Desa Tambak.

Saat ini, pihak kepolisian, Basarnas, dan BPBD terus melakukan pencarian di lokasi kejadian. Asep mengatakan, “Kami telah memintai keterangan para saksi, berkoordinasi dengan keluarga korban, serta melaksanakan operasi SAR untuk menemukan empat korban yang masih hilang.”

Bangkai KM Almujib telah ditemukan dalam kondisi terbalik dan mengapung di lokasi kejadian. Pihak kepolisian saat ini juga tengah menyelidiki identitas serta keberadaan kapal tongkang dengan nomor lambung 3009 yang diduga menjadi penyebab tenggelamnya kapal nelayan tersebut.

Sumber: detik.com

What’s Your Reaction?

0 Like
0 Dislike
0 Funny
0 Angry
0 Sad
0 Wow

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *