“Saya ingin menjelaskan tentang kejadian anak yang meninggal ananda Raya. Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi pertama menyampaikan bela sungkawa terhadap meninggalnya ananda Raya yang di Desa Cianaga Kabupaten Sukabumi,” kata Asep Japar kepada sukabumiupdate.com, Rabu (20/8/2025) di Pendopo.
Menurutnya, Pemerintah Daerah sudah berupaya mendampingi keluarga korban. Bahkan dirinya langsung menemui keluarga usai pulang dari Bandung.
“Kemarin saya langsung dari Bandung ketemu dengan keluarganya, dengan bapaknya juga neneknya. Saya menyampaikan latar belakang termasuk kejadian kemarin. Jadi memang kedua orang tuanya punya kekurangan, terutama dari sumber daya manusia juga dari segi mentalnya memang dia agak terganggu. Jadi intinya pola asuh yang salah, sehingga anak terlantarkan, sehingga mungkin anak main di mana saja termasuk apa yang cerita di medsos,” jelasnya.
Bupati menegaskan, pelayanan kesehatan sebenarnya telah berjalan sejak lama. “Saya kira ingin meluruskan bahwa Pemerintah Daerah itu tidak diam, hadir pada saat dan sebelumnya juga hadir. Bahkan pada saat pelayanan posyandu dia suka dibawa ke posyandu, dia ke puskesmas datang juga. Saya langsung ketemu dengan neneknya, cerita itu,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga menyebut orang tua Raya kini sedang menjalani perawatan di Bandung akibat gangguan kesehatan. “Tadi malam bahwa orang tuanya dibawa ke rumah sakit Bandung karena ada gangguan TB, jadi saya didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Sosial. Bahwa kita dalam kejadian ini, bahwa kita tidak diam, bahkan itu masih saudaranya kepala desa, termasuk kepala desanya punya bidan juga di sana. Jadi itu tidak dibiarkan, hadir di sana,” tambahnya.
Meski demikian, Bupati menekankan pentingnya evaluasi dan perbaikan kinerja aparat pemerintah hingga tingkat terbawah. “Jadi bukan seolah-olah di berita itu bahwa pemerintah itu tidak hadir. Dan saya sudah menegaskan kepada seluruh perangkat daerah, termasuk kecamatan, desa, dan RW RT, kita harus betul-betul ke depan itu melayani masyarakat itu dengan baik karena kita sebagai pelayanan publik,” tegasnya.
Bupati mengaku mengambil pelajaran besar dari kasus ini. “Sekali lagi saya menegaskan kepada seluruh perangkat daerah, jangan sampai terjadi dan terulang kembali masalah ini di Kabupaten Sukabumi. Dan saya permohonan maaf kepada warga Sukabumi atas kejadian ini, atas nama pemerintah,” ungkapnya.
Asep juga menyinggung kemungkinan sanksi terhadap aparat jika terbukti lalai. “Saya akan menindak petugas kami, jika terbukti melakukan pelanggaran,” ujarnya.
Sementara itu, ia meluruskan pemberitaan terkait identitas orang tua korban dan kendala layanan kesehatan. “Salah kalau diluruskan Pak Udin tidak punya identitas setelah ada masalah lain. Tapi setelah itu dari kecamatan, dari desa, malah sekarang dia sudah punya identitas. Maklum, Pak Udin selalu mendapat jawaban berbeda-beda kalau ditanya, jadi kita juga harus paham.
Terkait BPJS, katanya ada kendala teknis yang juga berdampak pada masyarakat kecil. “Perlu diketahui, BPJS dari APBN sekarang seperti dinonaktifkan. Sedangkan saat kami sampai di RSUD, setelah dicek ternyata sudah tidak aktif lagi. (Adv)
