Posted in

Polda Jatim Terjunkan Tim Gegana Selidiki Kasus Ledakan Tewaskan Siswa SMP di Ponorogo

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Sebuah ledakan terjadi di rumah warga Dusun Cuet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Sabtu 1 Maret 2026. Akibat kejadian itu, satu remaja tewas berinisial R. Sementara AF (20) dan HA (23) warga Morosari, Sukorejo masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Hardjono

Dalam kasus tersebut, anggota Satreskrim Polres Ponorogo bersama Gegana Polda Jatim melakukan penyelidikan. Investigasi awal menunjukkan, bahan peledak yang dipakai mengandung belerang dan potas, atau dikenal sebagai booster kelengkeng.

Mini Kidi Wipes.–

“Investigasi kami sementara yang kami temukan itu ada unsur belerang, kemudian ada potas atau booster kelengkeng, jadi yang dibuat di sini dipastikan low explosive atau black powder,” kata Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandi.

Sementara black powder atau mesiu, yaitu bahan peledak atau bahan bakar peledak tradisional yang terdiri dari campuran kalium nitrat (saltpeter), arang dan belerang. Sandi menjelaskan, jenis bahan peledak itu tidak tergantung jenisnya apa.

“Tapi kalau kuantitasnya banyak, daya ledaknya tinggi, dampaknya bisa membahayakan atau merenggut nyawa seseorang karena tekanannya sangat tinggi. Fisikanya seperti itu,” tegasnya.

Gempur Rokok Illegal–

Sandi menjelaskan, ledakan petasan di rumah Minten saat ini diduga dipicu percikan api. Namun hasil pemeriksaan penyidik ​​Polri nantinya akan dibawa ke laboratorium, tambahnya.

Sandi mengaku, Tim Gegana Polda Jatim menemukan selongsong atau bungkus belerang dan potas. Untuk berat racikan petasan diperkirakan 2 sampai 5 kilogram. “Mungkin 2-5 kilogram karena dibuat di luar rumah itu tekanan ke luar menyebar,” tutup Sandi.(fdn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *